Sudah Muncul Sejak Tahun 2023, Ada yang Baru Tahu, Boti Ternyata Istilah Gaul dari Ini
Lumajang, satudetik.online – Istilah "Boti" menjadi perbincangan di media sosial sejak 2023. Kata ini kerap muncul di kolom komentar TikTok, X, hingga percakapan anak muda. Lalu, apa sebenarnya arti "Boti"?
Asal-Usul Kata Boti
"Boti" adalah singkatan dari Bocah TikTok. Awalnya, sebutan ini digunakan untuk merujuk pada pengguna TikTok yang masih remaja atau berusia belasan tahun.
Seiring berjalannya waktu, makna kata tersebut meluas. "Boti" kini dipakai sebagai label bagi generasi yang aktif mengikuti tren di aplikasi itu.
Ciri yang kerap dikaitkan dengan sebutan Boti antara lain gaya bicara khas, penggunaan filter wajah, ikut tren tantangan dansa, serta selera mode yang mengikuti tren terkini.
Bergeser Menjadi Label Meledek
Meski berawal dari singkatan yang netral, penggunaan "Boti" mengalami pergeseran.
Banyak warganet menggunakan kata ini dengan nada sinis atau mengejek.
Konotasinya mengarah pada sikap yang dinilai kekanak-kanakan, berlebihan dalam mengikuti tren, atau terkesan "cringe".
Pengamat komunikasi menilai fenomena ini wajar terjadi di ruang digital. “Setiap generasi memiliki kode bahasa sendiri. Ketika istilah itu dipakai berulang kali untuk menyindir, lama-kelamaan ia berubah menjadi label negatif,” ujarnya.
Dampak dan Respons Pengguna
Bagi sebagian remaja, sebutan "Boti" dianggap lucu dan tidak masalah. Namun, sebagian lainnya merasa tersinggung karena kata itu digunakan untuk merendahkan.
Para ahli media sosial mengingatkan agar pengguna internet lebih bijak. “Bahasa gaul memang dinamis. Akan tetapi, jika digunakan untuk menjatuhkan atau merundung, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental,” kata seorang pengamat.
Bahasa Gaul Terus Berevolusi
Kasus "Boti" memperlihatkan bagaimana internet dapat mengubah makna sebuah kata dengan cepat. Dari sekadar singkatan, kata itu bisa menjadi identitas, tren, bahkan alat untuk menyindir.
Karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk memahami konteks sebelum menggunakan istilah tersebut. Tujuannya agar komunikasi tetap sehat dan tidak menyakiti orang lain. (Binar)
