Antrean Pertalite di Lumajang Mengular, Warga: Solusinya Mana?
Lumajang, satudetik.online – Antrean panjang pembelian Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Lumajang masih terus terjadi.
Warga menilai belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan yang semakin meresahkan itu.
Yoga, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Sukodono, mengaku harus menghabiskan waktu lama hanya untuk mendapatkan Pertalite.
Kondisi antrean panjang disebutnya hampir terjadi setiap hari dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kalau terus seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Kami berharap ada solusi nyata agar antrean tidak semakin panjang," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Keluhan serupa disampaikan Zakwan, warga Perum Tukum Indah, Lumajang. Ia menilai antrean BBM seharusnya menjadi perhatian serius karena Pertalite masih menjadi pilihan utama masyarakat menengah ke bawah.
"Sudah lama dikeluhkan warga, tetapi sampai sekarang belum ada perubahan berarti. Kami ingin ada kepastian dan penjelasan mengenai penyebab kondisi ini," katanya.
Romli, warga Klojen, Lumajang, menambahkan antrean panjang memaksa masyarakat mengatur ulang aktivitas sehari-hari.
Tidak sedikit warga yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM bersubsidi.
"Kalau terus seperti ini, tentu sangat menyulitkan. Pemerintah dan pihak terkait harus turun tangan mencari solusi agar distribusi berjalan lancar," ungkap Romli.
Antrean yang mengular di sejumlah SPBU memunculkan pertanyaan terkait distribusi, ketersediaan stok, hingga efektivitas pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, Pertamina, maupun instansi terkait.
Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi Pertalite di Lumajang agar kebutuhan terpenuhi tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. (Bernad)
