Zidan Attala Jadi Finisher Pertama Bentang Jawa 2026, Sempat Melintasi Lumajang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Zidan dan Setup-nya untuk Bentang Jawa // sumber: Instagram @zidan_a354
Lumajang, satudetik.online – Zidan Attala Nouval Hidayat berhasil menjadi finisher pertama Bentang Jawa 2026 setelah menuntaskan perjalanan ultra cycling dari Carita, Banten, menuju Banyuwangi, Jawa Timur, dengan catatan waktu 81 jam 43 menit.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi Zidan setelah pada Bentang Jawa 2024 harus puas berada di posisi kedua. Saat itu, Zidan menyelesaikan rute dengan waktu 81 jam 54 menit.
Dengan catatan 81 jam 43 menit pada edisi 2026, Zidan berhasil memangkas 11 menit dari catatan waktunya dua tahun sebelumnya sekaligus memperbaiki posisi dari runner-up menjadi peserta pertama yang mencapai garis finis.
Melintasi Lumajang dari Ranu Pane
Dalam perjalanan menuju Banyuwangi, Zidan juga melewati wilayah Kabupaten Lumajang.
Pada pagi hari, Zidan memasuki wilayah Lumajang dari kawasan Ranu Pane, Kecamatan Senduro. Dari kawasan pegunungan tersebut, ia melanjutkan perjalanan menuju Senduro dan kemudian memasuki sejumlah ruas jalan di wilayah Lumajang.
Perjalanannya berlanjut melewati Jalan Semeru, Jalan Panjaitan, hingga Jalan Suwandak. Setelah itu, Zidan melanjutkan kayuhan melalui jalan provinsi untuk bergerak ke arah timur menuju Banyuwangi.
Lintasan Lumajang menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Zidan sebelum akhirnya menyelesaikan seluruh rute Bentang Jawa 2026.
Perjalanan melalui kawasan Ranu Pane juga menjadi gambaran beratnya karakter medan yang harus dihadapi para peserta. Dari kawasan pegunungan hingga jalan perkotaan dan jalur menuju Jawa bagian timur, setiap kilometer menjadi bagian dari tantangan ultra cycling tersebut.
Dua Tahun Setelah Jadi Runner-up
Capaian Zidan pada 2026 menjadi semakin menarik jika melihat rekam jejaknya pada Bentang Jawa 2024.
Pada edisi tersebut, Zidan finis di posisi kedua dengan catatan waktu 81 jam 54 menit. Posisi pertama saat itu ditempati Yusuf Kibar dengan waktu 81 jam 30 menit.
Dua tahun kemudian, Zidan kembali mengikuti tantangan yang sama. Kali ini, ia berhasil mencapai garis finis sebagai peserta pertama dengan catatan 81 jam 43 menit.
Dengan demikian, Zidan tidak hanya berhasil memperbaiki posisinya dari runner-up menjadi finisher pertama, tetapi juga memperbaiki catatan waktunya sendiri sebanyak 11 menit.
Perjalanan tersebut menjadi pembuktian atas konsistensinya dalam salah satu tantangan ultra cycling terberat di Pulau Jawa.
Apa Itu Bentang Jawa?
Bentang Jawa merupakan ajang unsupported ultra cycling race yang membawa peserta melintasi Pulau Jawa dari barat menuju timur.
Konsep unsupported membuat peserta tidak mendapatkan dukungan tim resmi selama perjalanan. Peserta dituntut mengatur sendiri strategi perjalanan, navigasi, kebutuhan makan dan minum, waktu istirahat, hingga berbagai kebutuhan teknis selama menempuh rute.
Bentang Jawa memiliki jarak sekitar 1.500 kilometer dengan karakter medan yang sangat beragam. Peserta harus menghadapi jalan pesisir, kawasan perkotaan, perbukitan hingga jalur pegunungan.
Karena itu, Bentang Jawa bukan sekadar persoalan kecepatan mengayuh sepeda. Ketahanan fisik, manajemen energi, kemampuan membaca rute, pemilihan perlengkapan, hingga kemampuan menghadapi persoalan teknis menjadi bagian penting untuk mencapai garis finis.
Pada edisi 2026, Bentang Jawa diikuti peserta kategori Solo dan Pair, dengan rute yang berakhir di Banyuwangi.
Mengandalkan Cannondale SuperSix Evo
Dalam menuntaskan perjalanan sekitar 1.500 kilometer tersebut, Zidan menggunakan Cannondale SuperSix Evo Hi-MOD yang telah direpaint.
Sepeda tersebut dibekali grupset Shimano Ultegra Di2 12-speed dengan konfigurasi mixed serta rasio gear 50/34 – 11/36.
Untuk wheelset, Zidan menggunakan Novatec WR500 yang dipadukan dengan ban Continental GP5000 S TR 25 mm di bagian depan dan GP5000 TT TR 28 mm di bagian belakang.
Pada bagian kokpit, Zidan menggunakan Pro Vibe yang dipadukan dengan Zipp Vuka. Posisi duduk menggunakan Pro Stealth Curved, sedangkan pedal menggunakan Look Keo Blade.
Untuk mendukung navigasi sepanjang perjalanan, Zidan mengandalkan Coros Dura. Sementara kebutuhan penerangan menggunakan lampu Rockbros, dan berbagai perlengkapan perjalanan dibawa menggunakan tas Wahaw.
Pemilihan perlengkapan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi konsep unsupported Bentang Jawa. Peserta harus memastikan sepeda dan perlengkapan yang digunakan mampu mendukung perjalanan selama berhari-hari tanpa mengandalkan dukungan tim resmi.
Dari Carita hingga Banyuwangi, Zidan akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan tersebut dalam 81 jam 43 menit.
Dua tahun setelah menjadi runner-up, kali ini nama Zidan Attala Nouval Hidayat tercatat sebagai finisher pertama Bentang Jawa 2026.
Perjalanan panjangnya bahkan sempat melewati Kabupaten Lumajang, sebelum akhirnya melanjutkan kayuhan menuju Banyuwangi sebagai ujung timur perjalanan.
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
