Rumah Warga Burno Dibobol Maling Saat Dini Hari, Motor dan Barang Berharga Raib
Ilustrasi AI
Lumajang, satudetik.online - Aksi pencurian kembali menghantui warga pedesaan di wilayah Kecamatan Senduro.
Kali ini, rumah milik Ngatini, warga RT/RW 05/04 Desa Burno, menjadi sasaran kawanan maling pada Senin dini hari, (18/5/2026).
Dalam aksi yang diduga berlangsung saat warga terlelap tidur itu, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor serta sejumlah barang berharga milik korban.
Peristiwa tersebut menambah daftar keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi kriminalitas yang mulai menyasar permukiman warga pada jam-jam rawan.
Ironisnya, aksi pencurian diduga berlangsung tanpa diketahui warga sekitar karena kondisi lingkungan saat itu sangat sepi.
Korban baru menyadari rumahnya telah dibobol ketika pagi hari mendapati kondisi rumah berantakan.
Sejumlah barang miliknya dilaporkan hilang, termasuk kendaraan roda dua yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Sutari, tetangga korban, mengungkapkan bahwa warga sama sekali tidak mendengar adanya aktivitas mencurigakan pada malam kejadian.
Menurutnya, pelaku diduga sudah mengincar situasi kampung yang lengang untuk melancarkan aksinya.
“Kejadiannya malam hari, warga tidak tahu karena semua sedang tidur. Tahu-tahu pagi hari korban sudah kehilangan motor dan barang-barangnya,” ujar Sutari.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.
Warga menilai para pelaku pencurian kini semakin nekat karena berani masuk ke kawasan permukiman ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.
Sutari mengatakan, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera bergerak cepat untuk mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli keamanan di wilayah pedesaan, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan tindak kriminal.
“Kami berharap aparat penegak hukum bergerak cepat. Kawanan maling ini sangat meresahkan warga,” tambahnya.
Minimnya sistem keamanan lingkungan pada jam-jam rawan diduga menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan pelaku.
Sejumlah warga mulai mendorong agar ronda malam kembali diaktifkan secara rutin guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun identitas terduga pelaku.
Kapolsek IPTU Wahono juga masih belum dapat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. (Bernad)
