• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
Lumajang

Asta Cita Nararya, Jurus Lumajang Terjemahkan Visi Nasional Jadi Dampak Nyata

PENULIS: Hariyanto
EDITOR: Teguh Eko Januari
20 Mei 2026
7 VIEWS
Asta Cita Nararya, Jurus Lumajang Terjemahkan Visi Nasional Jadi Dampak Nyata

Lumajang, sarudetik.online - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Asta Cita Nasional dan Asta Cita Nararya Kabupaten Lumajang merupakan satu kesatuan kerangka pembangunan.

Keduanya tidak dapat dipisahkan antara arah kebijakan nasional dan implementasi di tingkat daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Alun-alun Lumajang, Rabu, (20/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan antara pusat dan daerah.

Menurutnya, Asta Cita Nasional menjadi kerangka besar pembangunan bangsa. Kerangka ini berfungsi sebagai kompas strategis agar arah pembangunan berjalan konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Asta Cita Nararya di Kabupaten Lumajang diposisikan sebagai instrumen operasional.

Instrumen ini menerjemahkan visi nasional ke dalam kebijakan nyata sesuai kondisi sosial, ekonomi, serta kebutuhan riil masyarakat daerah.

Bunda Indah mengatakan tantangan utama pembangunan daerah bukan sekadar merumuskan kebijakan.

Tantangan yang lebih berat adalah memastikan keterhubungan yang efektif antara agenda nasional dan pelaksanaan di lapangan.

Karena itu, Asta Cita Nararya dirancang sebagai sistem kerja yang mengikat seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu arah pembangunan.

"Arah pembangunan harus jelas, terukur, dan berdampak langsung bagi rakyat," kata Bunda Indah dalam amanat upacara.

Ia menilai kekuatan integrasi antara Asta Cita Nasional dan Asta Cita Nararya terletak pada kemampuan memastikan setiap program tidak berhenti pada output administratif. Program harus menghasilkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Dampak tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan publik, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Bunda Indah, tanpa konsistensi implementasi di tingkat daerah, visi besar pembangunan nasional berisiko kehilangan daya dorong.

Tanpa itu, pembangunan juga tidak akan menghasilkan perubahan struktural yang diharapkan.

Karena itu, disiplin pelaksanaan menjadi faktor penting agar pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan diri sebagai bagian aktif dalam ekosistem pembangunan nasional.

Pemerintah memastikan setiap kebijakan pusat diterjemahkan secara kontekstual, efektif, dan berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional, sinergi antara Asta Cita Nasional dan Asta Cita Nararya disebut menjadi instrumen penting.

Sinergi ini memperkuat daya saing daerah, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memastikan manfaat pembangunan hadir hingga tingkat desa.

Dengan integrasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembangunan tidak berhenti sebagai konsep kebijakan.

Pembangunan harus menjadi sistem kerja yang menentukan kualitas hasil pembangunan daerah.(Har)