Mengintip Pasar Oleh-Oleh Ziarah Syaikhona Kholil Bangkalan: Dari Celurit hingga Batik Khas Madura
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Salah satu sudut lapak pedagang Wisata religi makam waliyullah Syaikhona Muhammad Kholil di Martajasah, Bangkalan, Madura,
Waktu baca sekitar 2 menit
Bangkalan, satudetik.online - Wisata religi ke makam waliyullah Syaikhona Muhammad Kholil di Martajasah, Bangkalan, Madura, tidak hanya menyuguhkan suasana spiritual yang khidmat bagi para peziarah. Di luar area kompleks makam, deretan lapak pedagang oleh-oleh menjadi daya tarik tersendiri yang ramai disinggahi pengunjung.
Berbagai cenderamata khas Pulau Garam dijajakan secara rapi oleh pedagang lokal, mulai dari kerajinan bilah besi tradisional, perlengkapan ibadah, hingga busana khas Madura.
Salah satu yang paling menyita perhatian peziarah adalah lapak penjual senjata dan alat tradisional khas Madura. Beragam ukuran celurit, pisau, hingga perlengkapan pertukangan dipajang rapi di gerobak pedagang. Menurut penjual di lokasi, harga kerajinan bilah besi tersebut sangat bervariasi tergantung ukuran, bahan, dan tingkat kerumitannya.
"Harganya bervariasi, mulai dari Rp35 ribu untuk yang ukuran kecil hingga Rp300 ribu untuk yang ukurannya lebih besar atau model khusus," ujar salah satu pedagang bilah besi di area makam.
Selain kerajinan besi, area pasar oleh-oleh juga dipadati peziarah yang berburu produk tekstil. Pakaian santai, kaus bertuliskan kata-kata unik khas Madura, hingga daster dan kain batik bermotif cerah menjadi incaran favorit pengunjung.
Pedagang kain setempat menuturkan bahwa aktivitas transaksi di area pasar cendera mata tidak selalu sama setiap hari. Penjualan biasanya mengalami peningkatan tajam pada momen-momen tertentu.
"Ramainya biasanya pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat, malam Minggu, atau saat ada perayaan besar keagamaan seperti Haul Syaikhona Kholil," ungkap salah satu pedagang busana di lokasi.
Keberadaan pasar suvenir di kawasan kompleks wisata religi ini tidak hanya melengkapi perjalanan spiritual peziarah, tetapi juga menjadi pendorong roda ekonomi bagi warga sekitar Martajasah, Bangkalan.(Jimmy)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.