• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
Hukum & Kriminalitas

Maraknya Curanmor di Kota Lumajang, Warga Pertanyakan Efektivitas Keamanan Lingkungan

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teja Ripta
11 Mei 2026
6 VIEWS
Maraknya Curanmor di Kota Lumajang, Warga Pertanyakan Efektivitas Keamanan Lingkungan

Lokasi kejadian curanmor

Lumajang, satudetik.online — Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menghantui masyarakat Kota Lumajang.

Sebuah sepeda motor Honda Beat milik warga dilaporkan hilang saat diparkir di depan sebuah toko di Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Minggu malam, (10/5/ 2026).

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus curanmor yang belakangan kerap terjadi di kawasan perkotaan Lumajang dan memicu keresahan masyarakat.

Motor tersebut dilaporkan raib dalam waktu singkat ketika pemilik memarkir kendaraannya di depan Toko Alfatih.

Dugaan sementara, pelaku memanfaatkan kondisi lokasi yang minim pengawasan untuk menjalankan aksinya. Hingga kini, pelaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kasus ini bukan sekadar kehilangan kendaraan biasa. Di mata warga, maraknya curanmor mulai menunjukkan adanya persoalan serius terkait keamanan lingkungan di wilayah kota.

Warga menilai aksi pencurian kini semakin berani karena terjadi tidak hanya di kawasan sepi, tetapi juga di pusat aktivitas masyarakat.

Alto, warga Jalan Sastrodikoro, mengaku kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam rasa waswas.

Menurutnya, kekhawatiran kehilangan kendaraan kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga.

“Sekarang parkir motor sebentar saja rasanya tidak tenang. Mau ke toko, ke warung, atau ke tempat ramai tetap khawatir. Kalau terus terjadi seperti ini, masyarakat tentu bertanya apakah keamanan benar-benar dijaga,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Keresahan serupa disampaikan Safira, warga Kelurahan Sastrodikoro. Ia menilai masyarakat terlalu sering mendengar kabar kehilangan kendaraan tanpa ada perkembangan berarti terkait penangkapan pelaku.

Kondisi itu, kata dia, memunculkan kesan bahwa pelaku curanmor semakin leluasa beraksi.

“Imbauan hati-hati saja tidak cukup. Warga ingin ada tindakan nyata. Patroli malam harus lebih rutin, titik rawan harus diawasi, dan pelaku harus ditangkap supaya ada efek jera,” katanya.

Maraknya curanmor yang terus berulang membuat warga mulai mempertanyakan efektivitas sistem keamanan lingkungan.

Beberapa warga menilai ronda malam di sejumlah kawasan mulai berkurang, sementara pengawasan di area pertokoan dan pusat keramaian masih minim. Situasi tersebut dinilai menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Di sisi lain, perkembangan wilayah perkotaan Lumajang yang semakin ramai juga dinilai belum diimbangi dengan penguatan sistem keamanan terpadu.

Aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari menciptakan banyak titik parkir kendaraan, namun tidak semuanya dilengkapi pengamanan memadai seperti kamera pengawas atau petugas jaga.

Kapolsek Lumajang Kota, Edi Kuswanto membenarkan adanya laporan dugaan curanmor tersebut.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan penyelidikan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan dan menggunakan kunci pengaman tambahan,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat berharap langkah kepolisian tidak berhenti pada imbauan kewaspadaan semata.

Warga meminta adanya peningkatan patroli rutin, khususnya pada malam hingga dini hari di kawasan yang dianggap rawan tindak kriminalitas.

Pengamat sosial lokal menilai meningkatnya kasus curanmor tidak bisa dilepaskan dari faktor ekonomi dan lemahnya pengawasan lingkungan.

Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan rasa aman masyarakat dan memicu ketidakpercayaan terhadap sistem keamanan di wilayah perkotaan.

Kini, warga Lumajang hanya berharap kasus pencurian tersebut segera terungkap dan pelaku berhasil ditangkap.

Di tengah meningkatnya keresahan, masyarakat mendambakan satu hal sederhana: rasa aman saat meninggalkan kendaraan, bahkan hanya untuk beberapa menit. (Bernad)