Hari Gini Belum Tahu Kepanjangan dari Kata TENTARA?
Ilustrasi AI
satudetik.online - Tiba-tiba aku terhenyak ketika ada seseorang yang bertanya apa kepanjangan dari TENTARA?.
Aku tidak menjawab langsung, justru kemudian bertanya balik, "Emang ada kepanjangannya?".
Dijawabnya dengan singkat, "Ada," ujarnya serius.
Lha aku jadi menebak-nebak apa kepanjangan Tentara itu. Coba ku sodorkan jawaban bahwa Tentara itu Tentang Pertahanan Rakyat.
" Bukan," tegasnya.
"Tanaga Pertahanan Rakyat," timpalku sembari berfikir, yang penting ada kata rakyatnya.
"Hampir," teriaknya.
Aku terdiam, membisu kehabisan kata. Otakku ngambek. Hening sesaat.
Diantara jeda waktu itu, aku mulai ragu, emang ada kepanjangannya?. Ah tidak mungkin, jika ada pasti sudah populer.
Jangan-jangan memang ada, seperti kata Satpam yang kepanjangannya Satuan Pengamanan.
"Tentara itu adalah Tenaga Tempur Rakyat," terangnya bangga.
Aku diam sambil menatap wajahnya. Menyelidiki apa ada gurauan dirautnya yang songong itu.
Ternyata ia serius dan mengaku bahwa ia diberi tahu oleh temannya yang punya saudara tentara.
Aku gak percaya begitu saja, di hati ini kurang ikhlas menerima info tersebut. Benar juga setelah aku lakukan searching di Mbah Google, ternyata aku dapat fakta begini :
Kata "Tentara" sebenarnya bukan akronim, tapi kata serapan dari bahasa Sanskerta Tantra yang artinya pasukan/perang.
Tapi di masyarakat Indonesia sering muncul kepanjangan buat-buatannya, yaitu:
TENTARA = Tenaga Tempur Rakyat
Itu lebih ke 'backronym' alias kepanjangan yang dibuat belakangan biar gampang diingat dan punya makna patriotik.
Dalam penggunaan resmi TNI, "Tentara" dipakai langsung tanpa kepanjangan.
Ini penjelasan asal-usul kata Tentara selengkapnya.
1. Akar kata dari Sanskerta
Kata "Tentara" datang dari bahasa Sanskerta tantra तन्त्र. Awalnya tantra artinya "sistem, metode, aturan, atau jalinan".
Dalam konteks militer kuno di Nusantara, artinya bergeser jadi "pasukan yang terorganisir" atau "sistem perang".
2. Masuk ke bahasa Melayu & Jawa Kuno
Lewat pengaruh Hindu-Buddha abad 4-15 M, kata itu masuk ke bahasa Melayu Kuno dan Jawa Kuno.
Bentuknya jadi tentara dan dipakai untuk menyebut pasukan kerajaan.
Contohnya ada di naskah-naskah Majapahit dan prasasti era Sriwijaya.
3. Dipakai luas di era modern
Waktu Indonesia merdeka 1945, kata "Tentara" dipilih untuk menyebut angkatan bersenjata nasional. Makanya lahir nama Tentara Nasional Indonesia / TNI.
Baru setelah reformasi 1999, namanya diganti jadi 'Tentara Nasional Indonesia' tetap, tapi fungsi TNI dibatasi ke pertahanan, bukan lagi dwi fungsi.
Jadi beda sama "Satpam" yang emang akronim dari awal, "Tentara" itu kata asli yang sudah dipakai ratusan tahun sebelum kepanjangan "Tenaga Tempur Rakyat" muncul.
Nah kan, lega rasanya aku dapat pencerahan. Maklum, sebagai manusia biasa, aku banyak memiliki keterbatasan, tetapi aku tetap harus eksplor pengetahuan. ***
