• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
LumajangEkonomi

DKPP Lumajang Gandeng Lab Pengendalian Hama Jember dan UNEJ Dampingi Petani Pisang Mas Kirana Senduro

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teja Ripta
18 Mei 2026
7 VIEWS
DKPP Lumajang Gandeng Lab Pengendalian Hama Jember dan UNEJ Dampingi Petani Pisang Mas Kirana Senduro

Pendampingan oleh Laboratorium Pengendalian Hama Jember, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta tim dari Universitas Jember (UNEJ).

Lumajang, satudetik.online — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya perlindungan komoditas unggulan daerah melalui kegiatan pendampingan kepada petani Pisang Mas Kirana di Kecamatan Senduro.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Laboratorium Pengendalian Hama Jember, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta tim dari Universitas Jember (UNEJ).

Pendampingan dilakukan secara terarah, praktis, dan berkelanjutan guna memberikan edukasi kepada petani terkait pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman pisang dengan memanfaatkan Trichoderma sebagai agen hayati.

Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium diketahui dapat menyerang akar dan jaringan pembuluh tanaman sehingga menyebabkan tanaman layu hingga mati.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen Pisang Mas Kirana yang menjadi komoditas khas Kecamatan Senduro.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menyampaikan bahwa penggunaan Trichoderma menjadi salah satu langkah ramah lingkungan yang efektif untuk menekan perkembangan patogen di dalam tanah.

“Melalui kegiatan pendampingan ini, kami ingin memastikan petani mendapatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengendalian penyakit layu fusarium secara tepat dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Trichoderma sebagai agen hayati diharapkan mampu menjaga kesehatan tanaman sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Retno, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara DKPP, tenaga penyuluh, laboratorium pengendalian hama, dan akademisi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Lumajang.

“Semoga langkah ini dapat membantu menjaga produktivitas dan kualitas Pisang Mas Kirana Senduro agar tetap unggul, sehat, dan berdaya saing, baik di pasar regional maupun nasional,” tambahnya.

Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan semakin memahami teknik pengendalian penyakit tanaman secara preventif dan berkelanjutan sehingga keberlangsungan budidaya Pisang Mas Kirana tetap terjaga sebagai salah satu ikon hortikultura Kabupaten Lumajang. (Bernad)