Degradasi Makna Begal ala Lumajangan, Makna Netral Jadi Mimpi Buruk Jalanan
satudetik.online - Semula saya mengenal istilah begal tidak seseram artinya saat ini.
Dari bahasa pergaulan 'Lumajangan' pertama kali saya mengenal istilah begal berarti dihentikan di tengah perjalanan.
Contoh : Dagangan Pete dan Pisang itu tidak sampai ke Pasuruan, sudah habis dulu dibegal pedagang di Pasar Probolinggo.
Bahkan istilah begal ini tak jauh beda artinya dengan jegal atau tekel di permainan sepak bola.
Namun karena aksi potong tengah jalan ini sering dilakukan pelaku kriminal dengan membegal warga di tengah jalan akhirnya begal jadi sesuatu yang sadis.
Sama dengan kata provokator yang identik dengan pengaruh buruk, padahal harusnya tidak hanya begitu.
Pergeseran makna kata pembegalan, istilah linguistik buat kata yang maknanya makin turun jadi negatif.
Ringkasnya:
- Begal = dicegat/dipotong di tengah jalan, nggak sampai tujuan.
- Mirip jegalan di bola, tekel, atau bahasa Jawa "dicegat". Netral, cuma soal memotong alur.
- Jadi waktu pedagang di Probolinggo "mencegat" dagangan pete & pisang biar nggak sampai Pasuruan, itu masih konteks dagang. Nggak ada darah-darahnya.
Pergeserannya terjadi karena frekuensi. Aksi potong jalan yang dilakukan preman & perampok jauh lebih viral, lebih ditakuti, dan lebih sering diliput media daripada aksi pedagang.
Lama-lama otak orang langsung ngaitin "dibegal" = "dirampok sadis". Makna netralnya ketutup.
Sama persis kasusnya seperti
"provokator' yang aslinya provokator = orang yang memprovokasi, memancing, memicu. Bisa buat hal baik. "Provokator semangat belajar", "provokator diskusi" itu valid.
Tapi karena yang sering diprovokasi itu kerusuhan, demo anarkis, konflik, akhirnya kata itu nempel ke konotasi buruk terus.
Bahasa memang gitu. Kata dipaksa ikut pengalaman kolektif masyarakat yang pakai. Yang paling keras dan paling sering muncul, itu yang menang.
Sekarang 'Begal' menjadi istilah slang Indonesia untuk perampokan jalanan yang dilakukan secara tiba-tiba dan biasanya pakai kekerasan atau ancaman kekerasan.
Makna lengkapnya secara umum begal itu adalah oerampok atau pelaku jambret yang menyerang korbannya di jalan, seringnya di tempat sepi, malam hari, atau daerah yang kurang ramai. Sasarannya biasanya motor, HP, dompet, perhiasan.
Modusnya, datang pakai motor 2-3 orang, pepet korban, terus paksa serahin barang dengan ancaman senjata tajam, batu, atau kekerasan fisik.
Bedanya sama jambret biasa, "begal" lebih brutal dan sering ada kontak fisik.
Kata begal ini populer di media dan masyarakat sekitar 2010-an untuk membedakan perampokan jalanan yang sadis dengan kejahatan jalanan lain.
Contoh pemakaian:
- "Kemarin ada korban begal di jalan Mampang" = ada orang dirampok paksa di jalan Mampang.
- "Dia dibegal" = dia dirampok dengan kekerasan di jalan.
Jadi kalau denger berita "korban begal", artinya korban perampokan jalanan yang biasanya nggak terduga dan kasar.***
