Dari Ruang Kuliah Menuju Dunia Profesional, 462 Wisudawan ITB Widya Gama Lumajang Mengukir Babak Baru
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online — Sabtu, 29 Agustus 2026 menjadi hari yang tidak hanya dipenuhi toga dan prosesi wisuda. Di Gedung Mahameru, Embong Kembar, Lumajang, sebanyak 462 mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang resmi menutup satu babak perjalanan akademik dan bersiap membuka lembaran baru.
Wisuda ke-30 Tahun 2026 itu terasa istimewa. Di balik senyum para wisudawan tersimpan perjalanan panjang, mulai dari proses belajar, menyelesaikan tugas akhir, menghadapi berbagai tantangan akademik, hingga akhirnya berdiri di hadapan keluarga dan civitas akademika dengan mengenakan toga.
Sebanyak 462 wisudawan yang dikukuhkan terdiri atas 8 lulusan Magister Manajemen, 101 Sarjana Akuntansi, 300 Sarjana Manajemen, dan 53 Sarjana Komputer.
Prosesi tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Semeru, Kasno, S.E., M.M., beserta jajaran, unsur perbankan, BUMN, pimpinan perguruan tinggi, ketua asosiasi, serta sejumlah kolega.
Bagi Rektor ITB Widya Gama Lumajang, Dr. Khoirul Ifa, S.E., M.M., momentum wisuda bukan sekadar seremoni pelepasan lulusan. Lebih dari itu, wisuda menjadi penanda bahwa proses pendidikan telah mengantarkan mahasiswa menuju tahap kehidupan berikutnya.
"Teriring ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka," ujar Khoirul Ifa.
Menurutnya, ada dua sisi penting dalam sebuah wisuda. Pertama, perguruan tinggi melepas para lulusan untuk memasuki kehidupan profesional dan sosial yang lebih luas. Kedua, wisuda menjadi momentum bagi institusi untuk melakukan refleksi terhadap proses pendidikan yang selama ini dijalankan.
"Pada satu sisi, kita melepas lulusan untuk memasuki kehidupan profesional dan sosial yang lebih luas. Sementara pada sisi lain, wisuda menjadi kesempatan bagi institusi untuk melihat kembali sejauh mana proses pendidikan yang dijalankan telah menghasilkan capaian," ungkapnya.
Memperkuat Mutu, Menjawab Perubahan Zaman
Sejak dipercaya memimpin ITB Widya Gama Lumajang pada tahun 2025, Khoirul Ifa menyatakan bahwa penguatan mutu akademik dan tata kelola menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan institusi.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat sumber daya manusia di lingkungan kampus.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat sumber daya manusia, serta membangun layanan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman," tambahnya.
Menurutnya, dunia pendidikan tinggi tidak dapat berjalan dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta perkembangan sosial menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi.
Karena itu, keberhasilan 462 mahasiswa yang diwisuda hari ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan dan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi serta perjalanan panjang ITB Widya Gama Lumajang dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Tak Hanya Lulus, Prestasi Ikut Dibawa Pulang
Ada hal lain yang membuat wisuda ke-30 ini semakin berwarna. Selain melepas ratusan lulusan, ITB Widya Gama Lumajang juga memberikan apresiasi kepada 10 wisudawan berprestasi.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, di antaranya wisudawan dengan IPK terbaik, tesis terbaik, skripsi terbaik, berprestasi di bidang olahraga, hingga wisudawan multitalenta.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap mahasiswa yang tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menunjukkan capaian dan prestasi di bidang masing-masing.
Pada akhirnya, toga yang dikenakan 462 wisudawan hari itu bukanlah sebuah garis akhir. Justru, toga menjadi simbol dimulainya perjalanan baru.
Dari ruang-ruang kuliah ITB Widya Gama Lumajang, para lulusan kini membawa bekal ilmu, pengalaman, dan prestasi untuk diterapkan di tengah masyarakat.
Wisuda ke-30 pun menjadi saksi bahwa di balik setiap gelar yang disandang terdapat proses panjang dan dukungan banyak pihak. Sebuah perjalanan yang hari itu resmi berganti nama menjadi babak baru kehidupan. (Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
