Ngulur Kabel Lewat Kebun Tebu! Warga Curah Lengkong Lumajang Terpaksa Main Nyawa Demi Listrik
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Manager PLN UP3 Lumajang, Drian Friska Nugraha.
Lumajang, satudetik.online - Demi bisa menyalakan lampu di rumah, 30 Kepala Keluarga di Dusun Curah Lengkong, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, terpaksa mengulur kabel listrik dari RT sebelah. Kabel itu membentang melewati kebun tebu milik warga.
Ironisnya, cara berbahaya ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun karena hingga kini mereka belum pernah menikmati aliran listrik resmi dari PLN.
Kepala Desa Wonorejo, Bahrul Rozi, mengatakan pihaknya sudah 3 tahun mengajukan pemasangan listrik baru secara kolektif ke PLN. Namun hingga saat ini belum ada kepastian.
"Tiga bulan lalu petugas PLN sudah survei lokasi. Dari hasil survei diperkirakan butuh 6-7 tiang untuk mengalirkan listrik ke dusun ini," ujar Bahrul, Kamis (24/7/2026).
Sayangnya, setelah survei itu tidak ada tindak lanjut. Jawaban dari PLN masih sama, yakni diminta menunggu.
Kondisi ini tentu sangat membahayakan, apalagi kabel listrik warga melintasi kebun tebu yang saat ini sudah mulai memasuki musim panen.
"Dulu pernah ada warga yang kesetrum karena kabel. Ini sangat kami khawatirkan," ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Dra. Hj. Nur Hidayati, M.Si, langsung berkoordinasi dengan PLN Lumajang. Koordinasi itu disambut langsung oleh Manager PLN UP3 Lumajang, Drian Friska Nugraha.
Drian Friska mengaku akan kembali menurunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan.
"Kami akan cek kembali dan melihat langsung kondisi di lapangan," ujar Drian yang baru 3 bulan bertugas di Lumajang.
Pria asal Surabaya itu menegaskan PLN akan memprioritaskan pemasangan listrik di Dusun Curah Lengkong.
"Dengan jumlah 30 KK, dusun ini sudah layak untuk dipasangi tiang. Tapi kami tetap harus cek dulu ke lapangan," tuturnya.
Nur Hidayati menyatakan akan terus mengawal aspirasi warga Curah Lengkong hingga mereka bisa memiliki meteran listrik sendiri dari PLN.
"Saya akan kawal sampai masyarakat Dusun Curah Lengkong memiliki listrik dan meteran resmi dari PLN," tegasnya. (Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
