Hadirkan Wali Murid, Peringatan Hari Kemerdekaan Berjalan Khidmat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Wali murid menghormat bendera dengan khidmad dan penuh rasa nasionalisme
Lumajang, satudetik.online — Ada yang berbeda dalam gelaran kegiatan upacara memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 RI tahun 2026 di SMKN Senduro, yaitu hadirnya para wali murid. Mereka mengikuti upacara dengan khidmat dan penuh rasa nasionalisme bersama para murid, guru, dan staf. Puluhan wali murid yang hadir merupakan orang tua dari putra-putri yang bertugas dalam kegiatan ini.
Upacara dimulai pukul 07.00 WIB, Senin (17 Agustus 2026), bertempat di Lapangan Sekolah, Desa Purworejo, Senduro.
Perwakilan wali murid yang hadir, Nur Siatul Faizah, mengaku sangat senang telah diundang dalam acara bersejarah ini. Apalagi putranya yang bernama Fathan Zainur Rozikin menjadi salah satu petugas pengibar bendera.
"Saya sangat terharu dan bangga berada di tengah-tengah kegiatan yang sakral ini. Kebanggaan yang tak terhingga saya rasakan saat melihat putra saya melangkah dengan tegap menjadi pasukan pengibar bendera. Semoga ke depan SMKN Senduro tambah maju dan selalu sabar membimbing anak-anak generasi bangsa," tuturnya dengan haru.
Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SMKN Senduro bidang Humas, Indri Nur Widayati, S.Pd., mewakili Kepala Sekolah mengatakan sengaja mengundang wali murid dalam kegiatan upacara ini sebagai bentuk sinergitas antara sekolah dan wali murid.
"Ini amanah Bapak Kepala Sekolah untuk mengundang wali murid, agar mereka tahu bahwa tidak cuma pendampingan akademik saja yang kami lakukan, tapi juga di bidang kedisiplinan kami selalu dampingi. Wali murid bisa menjadi saksi dan turut bangga melihat putra-putrinya bertugas dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan ini, karena sejatinya yang mereka lakukan adalah sebuah prestasi," ungkapnya.
Dalam rangkaian upacara tersebut, dimulai dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan oleh Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang, menambah kesakralan momen peringatan kemerdekaan ini.
Setelah pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi oleh Pembina Upacara. Suaranya menggema di lapangan sekolah, membawa ingatan semua peserta kembali pada momen bersejarah ketika bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Pembacaan Teks Proklamasi ini menjadi puncak dari upacara, mengingatkan seluruh yang hadir akan perjuangan para pendahulu serta pentingnya menjaga dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan hal-hal positif. (Ferry)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
