• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangSerba Serbi

Meriah! Warga Wonocepokoayu Arak Hasil Bumi Sambut Maulid Nabi

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
24 Agustus 2026
1011 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Meriah! Warga Wonocepokoayu Arak Hasil Bumi Sambut Maulid Nabi

Lumajang, satudetik.onlinePeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, berlangsung semarak, Senin (24/8/2026) sore.

Selain rangkaian kegiatan keagamaan, warga juga menggelar tradisi jolen dengan mengarak berbagai hasil bumi.

Tradisi jolen menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang telah diperoleh.

Beragam hasil bumi diarak dalam iring-iringan dan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi.

Antusiasme warga tampak jelas. Mereka bergotong royong menyiapkan hasil bumi hingga mengikuti prosesi jolen bersama-sama.

Tokoh masyarakat Desa Wonocepokoayu, Ismail, mengatakan jolen merupakan warisan leluhur yang terus dipertahankan.

“Ini wujud melestarikan budaya leluhur, Mas,” ujar Ismail.

Menurutnya, pelestarian tradisi tersebut bukan hanya tanggung jawab generasi tua. Kaum muda dan anak-anak juga perlu dilibatkan agar budaya lokal tetap dikenal dan tidak tergerus zaman.

Jolen juga mencerminkan eratnya kehidupan masyarakat Wonocepokoayu dengan sektor pertanian. Hasil bumi yang diarak bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Suasana kebersamaan semakin terasa saat warga mengikuti iring-iringan jolen.

Warga berharap tradisi itu dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Selain memeriahkan Maulid Nabi, jolen diharapkan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Desa Wonocepokoayu yang diwariskan kepada generasi berikutnya.(Bernad)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami