2000 Anak TK di Lumajang Kenakan Seragam Pramuka, Ikuti Peluncuran Prasiaga di Selokambang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online – Sebanyak 2000 murid Taman Kanak-Kanak (TK) bersama 900 guru se-Kabupaten Lumajang mengikuti peluncuran resmi Pramuka Prasiaga 2026 di kawasan wisata Pemandian Selokambang, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (9/9/2026).
Anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun itu tampak antusias mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan atribut. Mereka mengikuti sejumlah kegiatan edukatif yang disiapkan panitia.
Peluncuran Pramuka Prasiaga dibuka langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati.
Dalam sambutannya, Indah menyebut Prasiaga sebagai langkah strategis memperkenalkan pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini.
Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan nilai-nilai kepramukaan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, serta rasa cinta Tanah Air.
"Anak-Anak Prasiaga Adalah Masa Depan Kita," ujar Indah.
Pendidikan Karakter Butuh Sinergi
Indah menekankan, pendidikan karakter anak usia dini tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau guru.
Menurutnya, orangtua memiliki peran penting untuk mendampingi dan menjadi teladan bagi anak di lingkungan keluarga.
"Anak-Anak Sangat Membutuhkan Figur Teladan Dan Pendampingan Yang Intensif," katanya.
Ia berharap nilai-nilai yang diperkenalkan melalui Prasiaga di sekolah dapat dilanjutkan orangtua di rumah. Kesinambungan pendidikan antara sekolah dan keluarga, kata Indah, menjadi kunci agar pembentukan karakter anak tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Bukan Sekadar Seremonial
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Lumajang, Wiwit Widianingsih, mengatakan pengenalan Prasiaga merupakan upaya membangun fondasi karakter anak sejak usia emas.
"Peluncuran Prasiaga Ini Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Langkah Nyata Kita Bersama Untuk Menanamkan Jiwa Dasa Dharma Pramuka Sejak Usia Emas," ujar Wiwit.
Dalam laporannya, Wiwit menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 2000 murid TK dan 900 guru dari seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.
Ia mengapresiasi dukungan pengurus kecamatan, pendidik, serta orangtua murid yang menyukseskan program Gerakan Prasiaga.
Wiwit berharap kegiatan Prasiaga dapat menjadi bagian berkelanjutan dari pendidikan anak usia dini, sehingga nilai kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab tumbuh melalui pengalaman anak sehari-hari. (har)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
