Kapolres Lumajang dan FKUB Kompak Jaga Kerukunan, Cegah Konflik Sejak Dini
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online — Upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang terus diperkuat.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang di Lobi Polres Lumajang, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan FKUB dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang.
Dalam audiensi tersebut, pengurus FKUB menyampaikan kondisi kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang yang hingga kini berjalan harmonis dan kondusif.
Kondisi tersebut dinilai perlu terus dipertahankan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antarelemen masyarakat.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu modal penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
“Kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Lumajang. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan FKUB harus terus diperkuat,” ujar Riki.
Selain membahas kondisi kerukunan, pertemuan tersebut juga diisi diskusi mengenai langkah deteksi dini dan pencegahan potensi konflik yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menurut Riki, potensi persoalan di tengah masyarakat harus diantisipasi sejak awal. Komunikasi terbuka dinilai menjadi salah satu langkah penting agar setiap persoalan dapat segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik.
“Deteksi dini sangat penting. Setiap potensi persoalan harus dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi konflik,” katanya.
Riki juga mengajak FKUB untuk terus berperan sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama. FKUB diharapkan semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya toleransi, persatuan, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
“Kami mengajak FKUB untuk terus menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama serta bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kita harapkan Lumajang tetap menjadi daerah yang damai, aman, dan toleran,” pungkasnya.
Sinergi Polres Lumajang dan FKUB tersebut diharapkan tidak hanya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, tetapi juga memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang terus terjalin, berbagai potensi persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bersama-sama dan mengedepankan kepentingan kerukunan.(Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
