Pemkab Lumajang Tebar 50.000 Bibit Ikan di Ranu Klakah Pasca Fenomena Koyo
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online – Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menebar 50.000 bibit ikan di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, sebagai upaya memulihkan ekosistem perairan setelah fenomena koyo yang menyebabkan kematian massal ikan pada pertengahan Juli 2026.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengatakan penebaran bibit ikan dilakukan untuk mengganti populasi ikan yang mati akibat fenomena alam tersebut sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem danau.
"Fenomena koyo atau secara ilmiah disebut upwelling ini merupakan fenomena tahunan yang terjadi saat udara dingin, suhu turun, dan biasanya berlangsung pada pertengahan tahun," ujar Yuli, Kamis (30/7/2026).
Yuli menjelaskan, fenomena koyo terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem yang menyebabkan suhu air danau turun drastis. Dalam istilah ilmiah, kondisi tersebut dikenal sebagai upwelling, yakni naiknya massa air yang lebih dingin ke permukaan sehingga kadar oksigen terlarut berkurang dan menyebabkan ikan mengambang di permukaan atau mengalami kematian.
Akibat fenomena tersebut, pembudidaya ikan dengan sistem karamba di Ranu Klakah diperkirakan mengalami kerugian antara Rp50.000.000,00 hingga Rp100.000.000,00. Selain ikan yang dibudidayakan, ikan liar di perairan danau juga terdampak akibat kekurangan oksigen.
Untuk memulihkan populasi ikan, Dinas Perikanan telah menyiapkan 50.000 bibit yang terdiri atas ikan nilem, tawes, sengkaring, dan wader. Penebaran bibit diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekosistem perairan Ranu Klakah.
Meski demikian, Yuli mengatakan jumlah bibit yang akan ditebar masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mengisi kembali populasi ikan di Danau Ranu Klakah yang memiliki luas sekitar 37 hektare. (Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
