Di Tengah Duka, Sentuhan Pemerintah Menguatkan Keluarga di Pasrujambe Lumajang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online — Suasana duka masih terasa di sebuah rumah sederhana di RT 02 RW 04, Dusun Tesirejo, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Selasa (28/7/2026).
Tangis keluarga yang ditinggalkan belum sepenuhnya reda ketika beberapa kendaraan berhenti di depan rumah. Bukan untuk membawa kabar baru, melainkan untuk menghadirkan kepedulian yang menguatkan di tengah kehilangan.
Camat Pasrujambe Muhammad Saiful, S.AP., bersama Kepala Dusun Tesirejo Udhatul Arifin datang langsung menemui keluarga almarhum. Di ruangan yang masih dipenuhi suasana berkabung itu, mereka menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris, Lasmono.
Nilainya sebesar Rp1.000.000,00. Jumlah tersebut tentu tidak akan pernah mampu menggantikan sosok yang telah pergi. Namun bagi keluarga yang sedang berusaha menerima kenyataan, perhatian yang diwujudkan melalui kehadiran pemerintah menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Penyerahan santunan itu merupakan bagian dari program perlindungan sosial Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si. Program tersebut dirancang untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus memastikan hak masyarakat diterima dengan cepat dan tepat.
Muhammad Saiful menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran santunan kini telah berubah. Jika sebelumnya bantuan disalurkan melalui Kantor Pos, kini proses tersebut dilakukan melalui pemerintah kecamatan agar pelayanan lebih dekat dengan masyarakat.
"Program santunan kematian ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lumajang kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Penyaluran melalui kecamatan diharapkan membuat pelayanan lebih mudah, lebih dekat dengan masyarakat, dan dana dapat diterima utuh tanpa potongan," ujarnya.
Perubahan mekanisme tersebut diharapkan dapat memangkas proses birokrasi sekaligus memberikan kepastian bahwa bantuan diterima sepenuhnya oleh ahli waris. Oleh karena itu, masyarakat juga diimbau segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi ketika terjadi musibah kematian agar pencairan santunan dapat dilakukan tanpa kendala.
Di balik tersalurkannya bantuan tersebut terdapat kerja sama yang tidak terlihat banyak orang. Pemerintah desa bersama perangkat kewilayahan memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap sebelum bantuan diserahkan. Sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan menjadi bagian penting agar pelayanan sosial benar-benar hadir saat dibutuhkan masyarakat.
Bagi Lasmono, perhatian yang datang langsung ke rumah duka menjadi penghibur di tengah kesedihan yang masih menyelimuti keluarganya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lumajang, Camat Pasrujambe, serta Pemerintah Desa Kertosari atas perhatian yang diberikan kepada keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Semoga seluruh pihak yang telah membantu selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat," ucapnya.
Di tengah berbagai program pembangunan yang terus berjalan, pelayanan seperti inilah yang sering meninggalkan kesan paling mendalam. Pemerintah tidak hanya hadir ketika meresmikan sebuah proyek atau menjalankan agenda administratif, tetapi juga datang saat warganya sedang berduka, memastikan hak mereka terpenuhi sekaligus memberikan dukungan moral.
Di rumah sederhana di Dusun Tesirejo itu, santunan yang diserahkan bukan sekadar bantuan sosial. Santunan itu menjadi simbol bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya nilai yang diberikan, melainkan dari kesediaan untuk hadir, mendengar, dan menguatkan mereka yang sedang kehilangan. Di balik setiap duka, kehadiran yang tulus kerap menjadi penghiburan yang paling berarti. (Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
