Lumajang Hemat Rp1,5 Miliar dalam Sebulan, Begini Strategi Efisiensi Anggaran Pemerintah Kabupaten
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Siap! Ini versi yang sudah diedit sesuai EYD/PUEBI:
---Lumajang, satudetik.online — Pemerintah Kabupaten Lumajang berhasil menghemat belanja operasional daerah sekitar Rp1,5 miliar dalam kurun waktu hingga 24 Juli 2026. Capaian tersebut merupakan bagian dari langkah memperkuat tata kelola keuangan daerah melalui penerapan efisiensi anggaran di seluruh perangkat daerah.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lumajang, Sunyoto, mengatakan penghematan tersebut berasal dari berbagai komponen belanja operasional yang selama ini menjadi pengeluaran rutin pemerintah daerah.
"Jadi, pada bulan Juli sampai dengan tanggal 24 kemarin, kita dapat berhemat sampai Rp1.512,95 juta atau sekitar Rp1,5 miliar," ujar Sunyoto di Lumajang, Selasa (28/7/2026).
Menurut dia, efisiensi dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Pemerintah menerapkan pengendalian penggunaan listrik dan air di seluruh kantor perangkat daerah, mengoptimalkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas, menyesuaikan perjalanan dinas berdasarkan kebutuhan yang benar-benar prioritas, serta mengatur belanja lembur aparatur secara lebih terukur.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anggaran daerah digunakan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Data BPKAD menunjukkan realisasi belanja operasional hingga 24 Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penghematan tercatat pada sejumlah pos pengeluaran, seperti konsumsi listrik dan air, BBM kendaraan dinas, perjalanan dinas, hingga belanja lembur aparatur, tanpa mengganggu jalannya penyelenggaraan pemerintahan.
Sunyoto menegaskan bahwa kebijakan efisiensi bukan semata-mata memangkas pengeluaran, melainkan membangun budaya pengelolaan anggaran yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
"Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan. Yang kami lakukan adalah memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan secara tepat sasaran dan memberikan nilai manfaat yang optimal," katanya.
Karena itu, seluruh perangkat daerah terus didorong membangun budaya kerja yang produktif, hemat, dan berorientasi pada hasil. Setiap pengeluaran diarahkan berdasarkan skala prioritas sehingga pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan optimal.
Penerapan efisiensi belanja ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Melalui pengelolaan anggaran yang semakin cermat, pemerintah daerah berharap mampu memperkuat pelaksanaan program prioritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan menghemat Rp1,5 miliar dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan bahwa efisiensi anggaran dapat dilakukan tanpa mengorbankan kinerja pemerintahan. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi fondasi bagi pengelolaan keuangan daerah yang lebih sehat, sehingga ruang fiskal pemerintah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan masyarakat secara lebih optimal. (Har)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
