Keranjang Hias dan Bendera Maulid Marak Dijual di Pasar Jelang Rabiul Awal
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Salah satu lapak di Pasar Baru Lumajang terlihat penuh dengan gantungan keranjang plastik warna-warni mngkilatm.
Lumajang, satudetik.online — Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang jatuh pada Kamis, 27 Agustus 2026, (Catatan: Penetapan 12 Rabiul Awal 1448 H berdasarkan kalender Hijriah pemerintah. Bisa ada selisih 1 hari tergantung hasil sidang isbat.)
Nuansa Maulid Nabi tersebut saat ini sudah mulai teras. Sejumlah pasar di Kabupaten Lumajang mulai dipenuhi aneka pernak-pernik hiasan.
Keranjang hias atau kerinjing dan bendera umbul-umbul warna-warni menjadi dagangan yang paling banyak diburu warga.
Pantauan di salah satu kios di pasar, Rabu (19/8/2026) malam, lapak terlihat penuh dengan gantungan keranjang plastik warna-warni mngkilatm.
Ada warna merah, biru, ungu, kuning, dan hijau yang digantung berderet di atas. Selain keranjang, pedagang juga menjual rumbai, pita, dan hiasan mengkilap untuk mempercantik masjid, mushola, hingga lingkungan kampung.
“Biasanya mulai ramai dua minggu sebelum Maulid. Ibu-ibu sama takmir masjid pada cari buat hiasan pengajian,” ujar salah satu pedagang.
Tidak hanya keranjang hias, peralatan rumah tangga seperti baskom, ember, dan piring plastik warna-warni juga ikut laris.
Barang-barang itu biasanya digunakan sebagai wadah makanan saat acara tahlilan, selamatan, dan pembagian berkat.
Suasana pasar pada malam hari terlihat lebih hidup. Lampu-lampu terang menyorot dagangan sehingga tampilannya makin menarik. Motor-motor pengunjung juga tampak parkir di depan kios yang menjual perlengkapan Maulid tersebut.
Tradisi menghias lingkungan saat Maulid memang sudah lama mengakar di masyarakat Lumajang. Pemasangan keranjang hias dan bendera menjadi simbol suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Para pedagang memperkirakan penjualan akan terus meningkat hingga mendekati puncak peringatan Maulid. Harga keranjang hias dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 tergantung ukuran dan modelnya.
Warga berharap, semarak pernak-pernik ini bisa menambah syiar dan semarak peringatan Maulid di setiap RT, RW, hingga tingkat kecamatan.(Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
