Adu Banteng Dua Truk Pasir di Kaliputih, Warga Soroti Perilaku Ugal-ugalan Armada
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satutik.online — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk pengangkut pasir terjadi di Jalan Kaliputih, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (16/8/2026). Kedua truk dilaporkan terlibat tabrakan adu banteng hingga mengalami kerusakan dan berada di sisi jalan.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan di jalur yang kerap dilintasi armada angkutan pasir. Warga mengeluhkan perilaku sejumlah pengemudi yang dinilai kurang memperhatikan keselamatan, terutama saat kondisi jalan relatif lengang.
"Di jalur ini sopir dan truk kerap ugal-ugalan. Apalagi kalau pas kosong, ngawur mereka itu, seperti jalannya sendiri," keluh Darmaji, warga yang sempat melihat kondisi kedua truk setelah kecelakaan.
Menurut warga, persoalan di jalur tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecepatan kendaraan. Aktivitas angkutan pasir juga dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, terutama ketika masih ditemukan truk yang mengangkut material tanpa menggunakan terpal penutup.
Pasir yang tercecer maupun debu yang beterbangan dapat mengganggu jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut dinilai berisiko, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang berada di belakang atau berpapasan dengan truk pengangkut pasir.
Keluhan serupa disampaikan Riaman. Ia berharap aparat meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan pasir yang melintas dan menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Petugas harus tegas. Jangan sampai pelanggaran dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Sementara itu, pernyataan warga terkait dugaan adanya armada yang dimiliki pihak tertentu maupun keterlibatan oknum aparat belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, tudingan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kronologi kecelakaan, penyebab tabrakan, identitas pengemudi, maupun ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, masih belum menjawab konfirmasi via WA dari satudetik.online.
Kecelakaan ini kembali menjadi perhatian terhadap keselamatan di jalur angkutan pasir. Pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta penggunaan terpal saat mengangkut material dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan bagi pengguna jalan lainnya.(Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
