• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangPeristiwa

Menhut ke Bromo: Kapolres Lumajang Perkuat Garis Koordinasi Antisipasi Karhutla

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
9 Agustus 2026
1010 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Menhut ke Bromo: Kapolres Lumajang Perkuat Garis Koordinasi Antisipasi Karhutla

Lumajang, satudetik.onlineKunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke kawasan Bromo, Minggu (9/8/2026), tidak sekadar seremonial.

Di balik pertemuan di Cafe Aspara, Desa Cemoro Lawang, Sukapura, Probolinggo, ada satu pesan tegas: hutan TNBTS tidak boleh lagi terbakar.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi hadir mendampingi Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol. Joni Iskandar. Kehadiran orang nomor satu di Polres Lumajang itu menjadi sinyal bahwa wilayah perbatasan Lumajang-Probolinggo adalah titik rawan yang harus dikunci.

“Sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola TNBTS menjadi kunci utama dalam mencegah serta menangani ancaman karhutla secara cepat dan terpadu,” tegas AKBP Riki di sela kegiatan.

Pertemuan itu dihadiri jajaran tinggi. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Mayjen TNI Rudy Saladin, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Probolinggo, Dandim Probolinggo, hingga pejabat TNBTS duduk satu meja.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan satu hal: kolaborasi. Kawasan konservasi yang berbatasan antar-kabupaten rawan menjadi celah masuknya api. Karena itu, koordinasi tidak boleh terputus.

Bagi Polres Lumajang, arahan itu langsung diterjemahkan ke lapangan. AKBP Riki menyebut pengawasan di wilayah perbatasan Lumajang menjadi prioritas. Patroli akan ditingkatkan di titik-titik rawan.

“Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Menteri Kehutanan. Keselamatan masyarakat dan perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Lebih dari itu, Riki mengingatkan penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan. Setelah api padam, ada tugas lain, yaitu pencegahan dan pemulihan ekosistem.

“Penanganan kebakaran hutan tidak hanya selesai pada saat api berhasil dipadamkan. Pengawasan, pencegahan, dan pemulihan ekosistem juga harus menjadi bagian dari langkah bersama,” katanya.

Selain patroli, Polres Lumajang juga akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan. Imbauannya sederhana tetapi penting: jangan membuat api di hutan, dan segera lapor jika melihat titik api.

“Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami pantau bersama TNI, TNBTS, dan pemerintah daerah. Sehingga apabila terjadi perkembangan situasi, langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

Di tengah musim kemarau panjang, pertemuan di Cemoro Lawang ini menjadi penanda. Api boleh membakar Blok Jantur di Probolinggo, tetapi garis pertahanan di Lumajang harus tetap kuat. (Bernad)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami