• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangPeristiwa

Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
5 hari yang lalu
1007 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Lumajang, satudetik.onlineGunung Semeru kembali erupsi pada Minggu, 6 September 2026 pagi. Letusan yang terjadi pukul 07.51 WIB melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak. Warga di sekitar kawasan rawan diimbau tidak mendekati zona bahaya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, kolom erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berdurasi sekitar 102 detik.

Petugas Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian, menegaskan masyarakat tidak boleh beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah karena masih berpotensi terjadi lontaran material pijar.

Ancaman yang harus diwaspadai tidak hanya berupa hujan abu vulkanik. Potensi awan panas guguran, guguran lava, hingga aliran lahar juga dapat terjadi melalui sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun di kawasan puncak.

"Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru," ujar Sigit.

Erupsi kali ini kembali menjadi pengingat bahwa bahaya Semeru tidak hanya berada di sekitar kawah. Jalur-jalur sungai yang berhulu di gunung juga menjadi kawasan berisiko ketika material vulkanik terbawa aliran air.

Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan petugas pengamatan, serta tidak mendekati zona terlarang demi menghindari risiko bencana. (Bernad)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami