• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
Lumajang

Diskominfo Lumajang Ingatkan Warga Waspadai Phishing dari Tautan Tak Dikenal

PENULIS: Hariyanto
EDITOR: Teguh Eko Januari
2 hari yang lalu
1013 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Diskominfo Lumajang Ingatkan Warga Waspadai Phishing dari Tautan Tak Dikenal

Lumajang, satudetik.onlineSatu klik pada tautan yang tampak biasa dapat membawa pengguna ke halaman palsu dan berujung pada pencurian data pribadi. Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru membuka tautan, terutama yang berasal dari sumber yang belum dapat dipercaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Mustaqim, S.HI., M.A., mengingatkan masyarakat untuk membiasakan diri memeriksa sumber tautan sebelum mengekliknya.

Mendampingi Kepala Diskominfo, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian Diskominfo Lumajang, Ricko Dharma Putra, mengatakan keamanan digital perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengamankan perangkat hingga melindungi akun digital.

“Keamanan perangkat perlu diperkuat dengan autentikasi berlapis. Masyarakat tidak hanya mengandalkan kata sandi, tetapi juga dapat memanfaatkan pengenalan wajah, sidik jari, maupun metode verifikasi tambahan yang tersedia,” ujar Ricko, Rabu (9 September 2026).

Menurut Ricko, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah phishing, yakni upaya memperoleh informasi sensitif melalui tautan, pesan, atau situs palsu.

Modus phishing, kata dia, dapat dikemas dalam berbagai bentuk, termasuk penawaran yang dibuat menarik atau mendesak agar korban segera melakukan tindakan.

Phishing dapat memanfaatkan berbagai situasi, termasuk iklan atau penawaran yang menarik perhatian masyarakat. Karena itu, jangan mudah mengeklik tautan dari sumber yang tidak jelas, termasuk yang berkaitan dengan judi online maupun jual beli obat kuat,” jelasnya.

Jangan Sembarang Masukkan Data Pribadi

Ricko mengatakan masyarakat perlu lebih teliti apabila sebuah tautan meminta pengguna memasukkan data pribadi, melakukan transaksi, atau memberikan informasi yang bersifat rahasia.

Menurut dia, mengeklik tautan dari sumber yang tidak jelas memiliki risiko terhadap keamanan data pengguna.

“Jika masyarakat mengklik tautan iklan dari sumber yang tidak jelas, itu memiliki risiko. Sebelum mengeklik, pastikan terlebih dahulu sumbernya dan jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipercaya,” tegas Ricko.

Perlindungan data pribadi, lanjut dia, juga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ketika berselancar di internet. Pengelolaan akun digital yang sudah tidak digunakan perlu diperhatikan karena akun lama masih dapat menyimpan informasi pribadi.

“Dunia digital bukan lagi barang baru. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola akun digital. Jika ada akun yang sudah tidak digunakan, sebaiknya dipertimbangkan untuk dihapus, terutama apabila akun tersebut menyimpan data-data pribadi,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat diingatkan menggunakan kata sandi yang kuat, tidak membagikan kode one-time password (OTP) kepada siapa pun, serta melakukan verifikasi terlebih dahulu ketika menerima pesan atau permintaan informasi yang mencurigakan.

Keamanan Siber Dimulai dari Kebiasaan

Ricko menilai kewaspadaan tersebut semakin penting seiring meluasnya penggunaan layanan digital. Saat ini, masyarakat menggunakan akun digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi dan mengakses layanan hingga melakukan transaksi ekonomi.

Semakin banyak aktivitas dilakukan melalui akun digital, semakin besar pula pentingnya menjaga informasi yang tersimpan di dalamnya.

“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyedia layanan. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kebiasaan digital yang aman. Dengan lebih waspada, kita dapat memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus melindungi data pribadi,” pungkas Ricko.

Diskominfo Lumajang mendorong masyarakat menjadikan keamanan siber sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika terjadi masalah.

Memeriksa sumber tautan sebelum mengeklik, mengaktifkan autentikasi berlapis, menjaga kerahasiaan OTP, menggunakan kata sandi yang kuat, serta mengelola akun secara berkala menjadi sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan pengguna untuk melindungi data pribadi di ruang digital. (har)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami