• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangTeknologi

Digitalisasi Mojosari, Cetak Ekosistem Wisata dan Bisnis Lumajang

PENULIS: Canda Ayu Pitara
EDITOR: Teguh Eko Januari
8 Agustus 2026
1066 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Digitalisasi Mojosari, Cetak Ekosistem Wisata dan Bisnis Lumajang

Lumajang, satudetik.onlineDigitalisasi Desa Mojosari digagas sebagai langkah awal membangun tata kelola desa yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data.

Gagasan ini diinisiasi oleh Pejuang Lumajang Bersatu sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Lumajang.

Digitalisasi yang dimaksud tidak berhenti pada pembuatan situs web atau pemindahan pelayanan administrasi ke sistem digital. Sistem ini diharapkan mampu mendata, memetakan, dan menghubungkan berbagai potensi desa, mulai dari pertanian, UMKM, produk lokal, ekonomi kreatif, hingga wisata.

Lumajang selama ini dikenal sebagai Kota Pisang. Namun masih banyak hal yang belum diketahui secara rinci, seperti berapa varietas pisang yang ada, di mana pusat produksinya, berapa jumlah produksinya, siapa pelakunya, dan berapa kapasitas produksi yang tersedia.

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu menunjukkan betapa pentingnya data. Dengan data yang valid, potensi desa tidak hanya diketahui, tetapi juga dapat dikembangkan dan dihubungkan langsung dengan pasar, pelaku usaha, maupun peluang investasi.

Konsep yang diusung sederhana. Desa menjadi pusat potensi dan produksi. Kecamatan menjadi penghubung antardesa. Sementara Kabupaten menjadi pusat integrasi dan kebijakan.

Dengan skema tersebut, potensi yang ada di desa dapat menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Lumajang secara menyeluruh.

Ketua Pejuang Lumajang Bersatu, Ahmad Ghozi Maulana, mengatakan tujuan utama gagasan ini adalah membangun ekosistem yang saling terhubung.

“Bagi kami, digitalisasi bukan sekadar membuat situs web atau aplikasi. Yang ingin dibangun adalah ekosistem. Bagaimana data dan potensi desa bisa terhubung dengan pelayanan, ekonomi, wisata, pasar, dan kebutuhan pembangunan,” ujarnya saat ditemui di Lumajang, Jumat (8/8/2026).

Menurutnya, Lumajang memiliki banyak potensi yang perlu diketahui dan dikelola secara lebih terarah.

“Kami ingin memulai dari desa, karena banyak potensi Lumajang berada di desa. Jika potensi tersebut memiliki data yang baik, akan lebih mudah dikembangkan dan dihubungkan dengan peluang yang lebih luas,” tambahnya.

Pj. Kepala Desa Mojosari, Mohammad Ikhsan Aris, menyambut baik gagasan tersebut.

Ia menilai digitalisasi dapat membantu desa meningkatkan pelayanan sekaligus mendokumentasikan potensi yang dimiliki masyarakat.

“Kami melihat digitalisasi sebagai langkah untuk membuat pelayanan dan pengelolaan data desa menjadi lebih tertib, mudah diakses, dan terarah. Kami berharap potensi Desa Mojosari dapat terdokumentasi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Mojosari dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi yang tetap mengedepankan potensi dan karakter masyarakat desa.

Ke depan, Digitalisasi Desa Mojosari diharapkan tidak berhenti di tingkat desa. Data dan sistem yang dibangun diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem wisata dan bisnis Kabupaten Lumajang.

Potensi wisata dapat terhubung dengan UMKM, produk lokal, kuliner, transportasi, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Selain itu, data yang terkumpul juga diharapkan dapat membantu menciptakan arah zona investasi yang lebih jelas di Kabupaten Lumajang.

Dengan mengetahui potensi setiap wilayah, pemerintah dapat melihat sektor yang sesuai untuk dikembangkan, baik pertanian, pariwisata, perdagangan, industri, maupun sektor lainnya.

Tujuannya bukan hanya menarik investasi, tetapi memastikan investasi sesuai dengan potensi wilayah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Digitalisasi Desa Mojosari diharapkan menjadi langkah awal untuk menghubungkan berbagai sumber daya Kabupaten Lumajang dalam satu ekosistem digital.

Potensi desa didata, data dihubungkan, dan peluang dikembangkan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah dapat memiliki data yang lebih baik untuk mengambil kebijakan, masyarakat dapat mengembangkan potensi, pelaku usaha memperoleh akses pasar yang lebih luas, dan peluang investasi dapat dipetakan dengan lebih terarah.

Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah mengoptimalkan seluruh sumber daya Lumajang melalui teknologi dan data.

Mojosari menjadi langkah awal. Harapannya, ke depan terbentuk ekosistem digital yang menghubungkan desa, kecamatan, hingga Kabupaten Lumajang dalam satu arah pembangunan.

“Dari Desa, Membangun Data. Dari Data, Membangun Ekonomi. Dari Ekonomi Desa, Membangun Lumajang.”

Inisiator: Pejuang Lumajang Bersatu

Ketua: Ahmad Ghozi Maulana

Pj. Kepala Desa Mojosari: Mohammad Ikhsan Aris

Dari Kepedulian, Untuk Lumajang.

Ditulis : Canda Ayu Pitara

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami