"Pagar Cinta Kemerdekaan": Dewi Natalia Ajak Warga Lumajang Merdeka dengan Kepedulian
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Pesan itu mengemuka dalam Charity Gathering bertajuk “Pagar Cinta Kemerdekaan” yang mempertemukan donatur, relawan, komunitas, serta orang tua pasien dalam kegiatan sosial.
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Amal Membantu Sesama bersama Komunitas Adventure Makelar Surga ini menjadi wadah memperkuat solidaritas. Sekaligus mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai gerakan bersama.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, makna kemerdekaan tidak cukup hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga diwujudkan dengan kepedulian kepada masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan.
"Makna kemerdekaan yang sejati bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu. Melainkan tentang bagaimana kita hadir hari ini dan merajut kepedulian untuk memerdekakan sesama dari kesulitan, kemiskinan, dan keterbatasan," ujar Dewi Natalia, Selasa, 1 September 2026.
Ia menilai kegiatan sosial seperti Charity Gathering dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk saling membantu sesuai kemampuan. Bantuan tidak hanya dalam bentuk donasi, tetapi juga waktu, tenaga, dan perhatian kepada yang membutuhkan.
Menurut Dewi Natalia, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Kepedulian yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan diyakini mampu memberi manfaat lebih luas.
Ia juga memaknai tema “Pagar Cinta Kemerdekaan” sebagai simbol pentingnya membangun perlindungan sosial melalui kasih sayang dan semangat gotong royong.
"Pagar cinta berarti kita sedang membangun benteng perlindungan sosial yang kokoh melalui rasa kasih sayang dan semangat gotong royong," katanya.
Dewi Natalia yang merupakan istri Wakil Bupati Lumajang ini berharap semangat kepedulian itu tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Masyarakat diharapkan terus melanjutkannya melalui tindakan sederhana di lingkungan masing-masing, seperti membantu tetangga yang membutuhkan dan aktif dalam kegiatan sosial.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian dan gotong royong antarsesama warga.(Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
