Pemberdayaan Pasien dan Keluarga GGK di RS Bhayangkara Lumajang Cegah Infeksi Akses Vaskuler Lewat Booklet
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online — Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien gagal ginjal kronik (GGK) serta keluarga dalam mencegah infeksi akses vaskuler dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Keluarga dan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa dalam Pencegahan Infeksi Akses Vaskuler Berbasis Media Edukasi Booklet” ini menyasar pasien hemodialisa dan keluarga sebagai peserta utama.
Akses vaskuler merupakan bagian penting dalam proses hemodialisa sehingga perlu dijaga dan dirawat dengan baik untuk mencegah berbagai komplikasi, termasuk infeksi.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pembagian booklet sebagai media edukasi yang dapat dibawa pulang dan digunakan kembali. Kegiatan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pemahaman.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan edukasi.
Peserta menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan akses vaskuler, melakukan perawatan yang tepat, serta mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini.

Salah satu peserta, Wiwik, menyampaikan bahwa edukasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai perawatan akses vaskuler.
"Sebelumnya saya hanya tahu bahwa akses harus dijaga tetap bersih, tetapi belum memahami secara jelas apa saja yang harus dilakukan dan tanda-tanda infeksi. Setelah mendapatkan penjelasan dan booklet ini, saya lebih paham bagaimana cara merawat akses di rumah dan kapan harus segera melapor kepada tenaga kesehatan," ujarnya.
Peserta lainnya, Ratih, menilai keterlibatan keluarga dalam edukasi sangat membantu karena perawatan pasien tidak hanya dilakukan di rumah sakit.
"Booklet ini membantu karena bisa dibaca kembali di rumah. Keluarga juga jadi tahu apa yang harus diperhatikan dan apa yang tidak boleh dilakukan pada akses vaskuler," katanya.
Menurut peserta, penyampaian materi yang disertai gambar dan bahasa sederhana membuat informasi lebih mudah dipahami dan diingat.
Peserta juga berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar pasien dan keluarga semakin terampil menjaga kesehatan akses vaskuler.
Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Keluarga diharapkan tidak hanya berperan sebagai pendamping saat pasien menjalani hemodialisa, tetapi juga mampu memberikan dukungan dalam penerapan perawatan akses vaskuler di rumah.
Melalui kegiatan ini, pasien GGK yang menjalani hemodialisa dan keluarga diharapkan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang lebih baik dalam mencegah infeksi akses vaskuler.
Penggunaan booklet juga diharapkan memperkuat edukasi kesehatan karena informasinya dapat dipelajari kembali setelah kegiatan selesai.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Jember, Fakultas Keperawatan, dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, khususnya mendukung kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa.
Kolaborasi antara pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan diharapkan dapat mendukung penerapan perawatan yang aman dan berkesinambungan.
Dengan adanya edukasi yang terstruktur dan mudah dipahami, pasien dan keluarga diharapkan semakin mampu melakukan perawatan akses vaskuler dengan benar, mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini, serta mengambil tindakan yang tepat apabila ditemukan tanda komplikasi.
Penulis: Tri Wahyuni, S.Kep., Ners., M.Kep (Dosen dan Praktisi Keperawatan)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
