Aneh Tapi Nyata: Pekerja Lumajang Ogah Disiplin Waktu, Tapi Target Produksi Selalu Lunas
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E.,M.M.,
Lumajang, satudetik.online — Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E.,M.M., menyebut budaya kerja para pekerja di Lumajang berbeda dengan daerah lain.
Para pekerja cenderung enggan dibatasi waktu kerja, tetapi mampu memenuhi target produksi. Menurutnya, kondisi ini perlu dicarikan solusi.
"Disiplin waktu nilainya kurang, tetapi anehnya jika diberi target hasil produksi selalu terpenuhi," ujarnya.
Subechan mencontohkan di dua pabrik rokok di Lumajang. Pihak manajemen pabrik melaporkan bahwa para pekerja lebih memilih sistem target jumlah produksi dibandingkan ketentuan jam masuk kerja.
Masalah disiplin lain, seperti penggunaan seragam atau alat pelindung diri, juga kurang diperhatikan.
"Disuruh memakai sepatu juga ogah-ogahan dengan alasan gerah. Jika terlalu dipaksa, justru akan berpengaruh pada hasil produksi," tuturnya heran.
Subechan mengatakan, manajemen pabrik banyak memberikan kelonggaran terkait hal-hal formal tersebut.
Namun demikian, Subechan menekankan agar manajemen tetap tegas dalam hal kelengkapan keselamatan kerja.
"Ini menyangkut keselamatan pekerja. Harus dibiasakan disiplin," ujarnya.
Subechan berharap, apa pun kebiasaan kerja di Lumajang, keselamatan dan kesehatan pekerja tetap menjadi prioritas agar produktivitas kerja tetap optimal. (Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
