• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
Lumajang

Bhabinkamtibmas Tempursari Turun ke Sawah, Cek Jagung Sekaligus Dengar Keluh Kesah Petani

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
2 September 2026
1004 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Bhabinkamtibmas Tempursari Turun ke Sawah, Cek Jagung Sekaligus Dengar Keluh Kesah Petani

Lumajang, satudetik.online — Tidak hanya urusan kamtibmas. Rabu, 2 September 2026, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tempursari, Polres Lumajang, terlihat menyusuri lahan jagung milik warga di Dusun Tempurejo, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari.

Kedatangan mereka bukan inspeksi biasa. Fokusnya dua hal: memastikan tanaman jagung tumbuh sehat dan mendengarkan langsung apa yang dikeluhkan petani di lapangan.

Satu per satu batang jagung dicek. Dari warna daun, tinggi tanaman, sampai aliran air di petak sawah. Petugas juga memberi catatan soal langkah awal mencegah hama agar tidak merusak sebelum masa panen tiba.

Di sela kegiatan, obrolan dengan petani mengalir. Mulai dari sulitnya pupuk, cuaca yang tidak menentu, hingga kebutuhan alat pertanian. Semua masukan itu dicatat sebagai bahan laporan dan evaluasi ke depan.

Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno, S.H., menyebut kegiatan ini bagian dari dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden RI di sektor pangan.

"Kami ingin memastikan pendampingan berjalan nyata sampai ke ladang. Kalau ada kendala di awal, bisa langsung dicarikan jalan keluarnya," jelas Iptu Sukirno.

Baginya, hadir di tengah petani adalah cara paling efektif membangun kepercayaan. Dengan begitu, koordinasi antara kepolisian dan warga bisa lebih kuat untuk menjaga produksi pertanian tetap stabil.

Pendampingan seperti ini, lanjut dia, akan terus dilakukan Polsek Tempursari. Tidak berhenti di masa tanam, tapi dikawal hingga jagung siap dipanen.

"Kalau petani kuat, desa juga ikut kuat. Itu yang sedang kita dorong bersama," tutupnya.(Bernad)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami