Atlet Klub Panahan Lumajang Tembus Empat Besar Nasional, Buktikan Daya Saing
Lumajang, satudetik.online - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Klub Panahan Dzunnurain Archery Lumajang dalam ajang Segar Archery Championship 2026 yang digelar di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 25–26 April 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah tersebut, Dzunnurain sukses menembus peringkat keempat nasional dengan torehan 4 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Capaian ini tidak sekadar angka, melainkan representasi konsistensi pembinaan atlet usia dini yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.
Di tengah dominasi klub-klub besar Jabodetabek, kehadiran Dzunnurain sebagai satu-satunya wakil Jawa Timur menjadi bukti bahwa klub daerah memiliki daya saing yang semakin signifikan di level nasional.
Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh sekitar 630 atlet dari 40 klub, mayoritas berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya, dengan tambahan partisipasi dari luar pulau seperti Bontang, Kalimantan Timur.
Tingginya partisipasi menunjukkan bahwa panahan kian berkembang sebagai olahraga kompetitif sekaligus pembinaan karakter.
Persaingan berlangsung ketat, terutama dengan hadirnya klub-klub elit seperti FAST (Focus Archery Sport Team) Kodamar yang keluar sebagai juara umum dengan dominasi 14 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.
Segar Archery School dan East Archery Team masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Dalam konteks ini, posisi keempat yang diraih Dzunnurain menjadi capaian strategis, mengingat keterbatasan akses dan jarak geografis yang harus ditempuh.
Empat medali emas Dzunnurain sebagian besar diraih dari nomor barebow beregu dan mix pada jarak 5 dan 10 meter.
Dominasi di kategori ini mengindikasikan kekuatan utama klub pada pembinaan teknik dasar dan koordinasi tim, khususnya di level usia dini.
Sementara tambahan medali perak dan perunggu menunjukkan adanya potensi pengembangan di nomor individu, termasuk kategori recurve yang membutuhkan spesialisasi teknik lebih tinggi.
Pengurus Pengkot Perpani Jakarta Barat, Duan Novsilas, memberikan apresiasi atas partisipasi dan capaian Dzunnurain.
Ia menilai kehadiran klub dari luar daerah membawa warna tersendiri sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.
Sementara itu, pelatih kepala sekaligus owner Dzunnurain Archery, Arief Kurniawan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub. Fokus utama bukan hanya pada hasil, tetapi pada peningkatan jam terbang atlet.
“Target kami adalah menjaga ritme kompetisi. Idealnya, atlet mengikuti kejuaraan minimal sekali dalam tiga bulan agar terbiasa dengan tekanan pertandingan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Arief juga menekankan bahwa hasil yang diraih saat ini masih menjadi bahan evaluasi. Klub tetap berpegang pada prinsip Long Term Athlete Development (LTAD), yakni pendekatan pembinaan berkelanjutan yang menitikberatkan pada proses, bukan sekadar hasil instan.
Menariknya, mayoritas atlet Dzunnurain masih berada di jenjang sekolah dasar. Hal ini memperlihatkan bahwa investasi pembinaan sejak usia dini mulai menunjukkan hasil konkret.
Nama-nama seperti Dzunnurain Almaidany Kurniawan, Danial Azmi El Rafif, dan Bilqis Shakeela Afsheen menjadi bagian dari generasi muda yang berpotensi menjadi tulang punggung panahan daerah di masa depan.
Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan ini membawa pesan penting: bahwa dengan sistem pembinaan yang terarah, komitmen pelatih, serta dukungan lingkungan, klub daerah mampu menembus dominasi pusat-pusat olahraga nasional.
Ke depan, tantangan terbesar Dzunnurain bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi meningkatkan kapasitas di nomor-nomor yang lebih kompetitif serta memperluas eksposur ke kejuaraan tingkat nasional dan internasional.
Dengan fondasi yang telah dibangun, langkah menuju level yang lebih tinggi bukanlah hal yang mustahil. (yon)
