Antrean Pertalite dan Pertamax Masih Mengular di SPBU Lumajang, Pertamina Patra Niaga Beri Klarifikasi
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Antrian di SPBU Bagusari
Lumajang, satudetik.online – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Lumajang masih terjadi hingga hari keempat. Salah satunya terpantau di SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Lumajang, Rabu (9/9/2026).
Pantauan satudetik.online di lokasi menunjukkan antrean tidak hanya terjadi pada kendaraan yang membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan Pertamax juga memanjang hingga hampir keluar area SPBU.
Antrean Pertalite tampak memanjang ke arah timur dari SPBU Bagusari. Meski tidak sepanjang hari-hari sebelumnya, kepadatan kendaraan masih terlihat di lokasi.
Kondisi serupa juga terjadi pada lapak penjual BBM eceran. Berdasarkan pantauan di sepanjang jalur menuju Jalan Lingkar Timur Lumajang, terdapat belasan lapak BBM eceran yang biasanya menjual bensin. Namun, sejumlah lapak tampak tutup dan tidak memiliki stok BBM.
Situasi ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.
Pertamina Patra Niaga Beri Klarifikasi
Pertamina Patra Niaga melalui akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus memberikan klarifikasi terkait antrean di sejumlah SPBU di wilayah Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.
Dalam klarifikasi tersebut, Pertamina menyampaikan antrean dipengaruhi kendala distribusi akibat kepadatan lalu lintas di jalur Ketapang, Banyuwangi. Kepadatan mencapai sekitar 12 kilometer. Akibatnya, waktu tempuh mobil tangki yang biasanya 8–10 jam menjadi 15–23 jam.
Pertamina juga menyebut peningkatan konsumsi masyarakat karena kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM turut menekan pasokan di sejumlah SPBU.
Untuk mengatasi hal itu, Pertamina Patra Niaga memperkuat penyaluran Pertalite dengan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan, khususnya di pusat kota.
Pasokan dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi, juga dioptimalkan. Selain itu, dilakukan pengalihan suplai dari Terminal BBM Surabaya dan Malang untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.
Pertamina menyampaikan, pada 5 September 2026 realisasi suplai Pertalite mencapai sekitar 110 persen dari kebutuhan normal di Jember dan sekitar 112 persen di Bondowoso sebagai upaya menambah stok di SPBU.
Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau stok, memetakan kebutuhan, serta menyesuaikan distribusi agar antrean di SPBU segera terurai.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pertamina meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar ketersediaan tetap terjaga.
Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135, telepon, email, atau direct message media sosial Pertamina.
Hingga Rabu sore, antrean kendaraan masih terlihat di SPBU Bagusari. Hal ini menunjukkan aktivitas masyarakat untuk mendapatkan BBM masih cukup tinggi, meskipun antrean mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya (Nibras)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
